5 Masalah Yang Terjadi Pada Lantai outdoor Dan Cara Mengatasinya

Dalam bangun rumah kontraktor seringkali menggunakan jasa ahli untuk membantu area pembangunan yang kurang dikuasainya, seperti jasa kontraktor waterproofing yang spesialis menangani kebocoran dengan menggunakan waterproofing pada bagian-bagian tertentu dari rumah. Pelapisan bisa dilakukan pada atap, dinding atau lantai. Dengan menggunakan tenaga ahli maka pelapisan akan lebih kuat karena ditangani oleh tenaga ahli dalam bidangnya.

Lantai outdoor

Masalah Lantai Ourdoor Dan Solusinya

Hunian memiliki design yang sesuai kebutuhan pemilik rumah yang membuatnya nyaman. Termasuk dengan memasang lantai bukan hanya dalam rumah namun juga di luar rumah. Selain ada berbagai material yang cocok untuk penempatan outdoor, ada pula beberapa masalah yang timbul karena posisinya yang terekspos langsung dengan sinar matahari dan curah cuaca buruk. Berikut beberapa di antaranya berserta solusi.

1. Muai Susut

Lantai outdoor bisa berupa lantai kayu dipinggir kolam renang, lantai dari batu alam untuk bagian teras atau keramik sebagai lantai untuk carport. Penempatan di luar rumah ini dianggap perlu karena lebih nyaman tidak langsung menginjak tanah dan ada lantai yang dapat jadi pijakan. Bagian outdoor juga jadi terlihat lebih cantik. Namun hal tersebut juga berarti ada perubahan bentuk material karena terus-menerus kena panas atau dingin. Lantai kayu bisa memui susut dan ukurannya bisa mengurangi kerapatan lantai. Solusinya adalah memberikan jarak antara kayu atau keramik agar ada ruang di antaranya. Lalu perekat di antaranya diberikan secara banyak agar tidak terlalu merubah bentuk kalau memuai.

2. Perubahan Warna

Pernah perhatikan furniture yang terletak di luar rumah jadi pudar warnanya? lantai outdoor juga mengalami nasib yang sama. Terutama apabila sudah ada di luar untuk jangka waktu lama. Untuk mencegah hal tersebut terjadi, perabotan atau lantai bisa dilapisi dengan lapisan anti sinat UV. Sebagai pencegahan kebocoran bisa membuat lapisan kedap air dengan aplikator waterproofing sesuai materialnya.

3. Retak atau Amblas

Ada banyak alasan mengapa terjadinya lantai retak. Bisa jadi beban di atasnya terlalu berat dan jadi retak. Posisi di pingir jalan juga rentan getaran yang bisa merusak lantai. DItambah dengan panas terik atau hujan lembab yang wajar saja buat lantai jadi retak-retak. Sebagai penguat material di depan rumah, bisa menggunakan alat pemadat beton atau media lainnya yang akan memberikan lapisan lebih tebal dan kuat pada lantai hunian anda.

4. Popping  

Istilah ini digunakan untuk keramik yang tiba-tiba mengeluarkan suara “pop” dan bentuk lantainya jadi tidak karuan. Ada beberapa lantai yang lepas dari lantai dan merusak keseluruhan lantai. Penyebabnya bisa karena adukan semennya yang kurang kental, adanya perubahan tanah sehingga lapisan lantai jadi mengelembung dan rusak. Alasan lainnya bisa dikarenakan cuaca ekstrim dan material kurang baik kualitasnya dan merusak lantai. Cara memperbaikinya hanya bisa dilakukan dengan merekonstruksi ulang lantai seperti memasang baru. Pastikan kelalaian sebelumnya tidak terulang lagi.

5. Lantai Lembab

Pada kondisi cuaca tertentu seperti hujan terus menerus, lantai di luar bisa jadi basah dan lembab. Karena sinar matahari pun berkurang, maka lantai senantiasa basah dan jadi lembab. Kondisi lantai seperti demikian bisa jadi sarang serangga yang menyukai benda lembab yang menyebabkan lantai rusak. Gunakan lapisan waterproofing pada permukaannya agar dapat terbebas dari lembab yang merugikan dan kembali beraktivitas.

Akan selalu ada masalah pada salah satu atau bagian banyak dari rumah, Seperti halnya lantai outdoor yang rentan dengan masalah tanpa harus dicari. kenali masalahya dan carikan solusi segera agar lantai tidak rusak dan akhirnya terabaikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *