Begini Caranya Membuat Kaca Menjadi Lebih Aman

Di kota-kota besar kita seringkali melihat rumah ataupun bangunan yang seluruhnya dilapisi material berbahan kaca. Akan tetapi, apakah kaca digunakan tersebut sangat aman atau tidak. Sebab kaca terbuat dari bahan yang sangat mudah dipecahkan dan bersifat transparan. Oleh karena itu, diperlukan fitur safety glass dalam proses pemasangan kaca.

Apa itu safety glass? Safety glass merupakan proses tambahan pada kaca, sehingga ketika pecah, tidak akan menimbulkan kerugian yang dapat melukai orang dan merusak benda di sekitarnya. Dalam safety glass terdapat tiga proses yang berbeda dalam pengerjaannya, antara lain tempering, laminasi, dan security film. Berikut ini adalah penjelasan terkait cara-cara yang bisa kamu ikuti dalam menjadikan kaca agar lebih aman.

3 Cara Membuat Kaca Agar Aman

Cara Membuat Kaca Menjadi Lebih Aman

Cara tempering

Proses tempering berfungsi untuk memperkuat kaca setelah dilakukan pemotongan dan polishing (sudah jadi), dengan cara dipanaskan menggunakan suhu tinggi dan setelah itu didinginkan (quenching) dengan tiupan angin yang dingin. Dengan melalui proses tersebut, membuat molekul kaca lebih kuat terhadap suhu apapun, tahan benturan, dan semakin fleksibel. Akan tetapi, yang perlu kamu ingat bahwa kaca yang sudah melalui proses ini tidak menjamin kaca menjadi anti pecah dan aman. Kaca yang sudah ditempered akan beresiko “spontaneous breakage”, yang artinya kaca mudah meledak sendiri tanpa ada benturan dari luar. Oleh sebab itu, kita harus melakukan laminasi pada bagan kaca dan menambahkan partisi kaca di setiap sisinya.

Cara laminasi

Proses ini dilakukan dengan menyatukan dua kaca secara permanen, lalu kedua kaca itu menjepit interlayer film di tengah-tengahnya. Prinsip kerja dari proses ini yaitu interlayer film yang telah dijepit oleh kedua kaca tersebut dipanaskan, lalu akan dilakukan pressuring dan vacuuming, proses ini tergantung dari spesifikasi mesin laminasi. Jenis kaca ini termasuk safety glass, sebab film interlayernya tidak mudah hancur, tidak merusak material lain, dan tidak melukai orang di sekitarnya walaupun salah satu sisinya pecah.

Cara ini memiliki perbedaan dan persamaan dengan kaca tempered, untuk perbedaannya kaca laminasi tidak tahan terhadap benturan, sehingga dibutuhkan penambahan kekuatan kaca dan safety secara bersamaan dengan mengombinasikan proses tempering dan laminating. Untuk persamaannya, kaca laminasi juga perlu ditambahkan partisi kaca pada setiap sisinya. Hal yang perlu kamu tahu bahwa kaca laminasi tidak direkomendasikan untuk diaplikasikan di setiap ruangan, sebab film interlayer yang telah terikat ke kaca lainnya membuat kaca ini susah dirobohkan. Hal ini untuk menghindar dari berbagai resiko, contohnya membuat orang terjebak dari adanya peristiwa kebakaran.

Cara security film

Proses dari cara ini yaitu menempelkan security film ke kaca yang digunakan sebagai pelapis dinding ataupun kaca yang ditempelkan ke tembok, kaca dalam proses ini telah melalui proses finishing dengan backing triplek atau GRC board. Jadi, ketika kaca mengalami keretakan di bagian sisinya dapat ditahan oleh security film yang telah tertempel. Dengan melakukan proses ini, tidak perlu adanya  laminasi, sebab proses ini benar-benar membuat kaca menjadi safety glass.

Biasanya proses ini dilakukan pada kaca yang berukuran tipis, seperti cermin dan back painted glass. Kaca cermin cocok untuk proses ini, sebab cermin tidak dapat ditempering dan cermin akan lebih tebal dan berat jika melalui proses laminasi. Sedangkan untuk back painted glass, warnanya akan bergelombang jika diproses secara tempered dan kacanya menjadi lebih berat apabila dilaminasi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *