Metode Waterproofing Cara Ampuh Cegah Lantai Benton Menjadi Retak

Lantai beton memang terkenal dengan kekuatannya. Namun, bukan berarti ia tidak memiliki masalah tersendiri. Salah satu masalah yang sering muncul pada lantai beton adalah retak-retak yang memiliki berbagai jenis retakan. Mulai retak rambut sampai dengan retak yang cukup besar.

Penyebab retakan ini pun beragam, dari kesalahan adonan hingga rembesan air pada celah-celah lantai beton tersebut. Masalah rembesan air menjadi salah satu masalah yang umum dijumpai. Untuk mencegah hal ini terjadi dapat digunakan metode waterproofing dak beton. Penasaran terkait dengan metode yang satu ini? Selengkapnya dapat disimak lebih lanjut di ulasan di bawah ini.

Apa Itu Waterproofing Lantai Beton?

Istilah waterproof mungkin sering kita dengar, namun bagaimana dengan waterproofing yang digunakan pada lantai beton? Apakah memiliki arti yang sama atau justru sebaliknya?

Sebenarnya waterproofing merupakan sebuah prosedur yang biasa dilakukan pada dunia konstruksi. Dimana prosedur ini digunakan untuk membuat agar objek yang dikenakan prosedur tersebut menjadi kedap air.

Fungsinya sendiri adalah untuk membuat struktur bangunan menjadi lebih terjaga. Pasalnya air yang merembes masuk pada bangunan akan menimbulkan kerusakan yang cukup serius. Bahkan tidak menutup kemungkinan membuat bangunan menjadi keropos atau mudah roboh nantinya.

Metode waterproofing banyak digunakan di berbagai material bangunan yang dirasa memiliki potensi untuk ‘rusak’ karena air. Namun, kebanyakan ia diterapkan pada beton. Ini untuk mencegah retak yang muncul akibat air yang meresap ke dalam struktur beton.

Jenis-jenis Waterproofing

Metode Waterproofing Cara Ampuh Cegah Lantai Benton Menjadi Retak

Ternyata prosedur waterproofing ini tidak hanya hadir dengan satu jenis metode saja. Melainkan ada beberapa jenis prosedur waterproofing yang biasa digunakan. Berikut adalah penjelasan lebih lengkapnya.

1. Waterproofing Integral

Metode waterproofing yang akan dibahas pertama adalah waterproofing integral. Prosedur ini dilakukan untuk menciptakan beton yang kedap air atau watertight. Ketika metode ini digunakan pada kolam misalnya, maka memungkinkan air kolam untuk tidak bocor keluar, sebaliknya air dari luar juga tidak dapat masuk ke dalam.

Selain pada kolam, penggunaan waterproofing jenis ini biasa diterapkan pada basement. Ini untuk mencegah basement menjadi bocor, baik karena penetrasi dari air tanah maupun kolam yang ada di sekitar basement.

2. Waterproofing Coating

Selanjutnya jenis waterproofing yang lain adalah waterproofing coating. Jenis waterproofing yang satu ini menjadi yang paling banyak ditemukan di pasaran. Bentuknya serupa cairan yang mungkin mengingatkan penggunanya pada cat tembok. Cairan tersebut yang nantinya digunakan untuk membuat material yang dilapisi menjadi antibocor.

Ada tiga jenis bahan dasar utama pada lapisan waterproofing jenis ini, yaitu solven, air serta semen. Untuk yang memiliki bahan dasar air tinggal langsung mengaplikasikan pada material tanpa perlu ditambahkan bahan lainnya. Sedangkan pada semen masih perlu ditambah dengan larutan cair. Lalu untuk bahan dasar solven biasanya ditambah dengan minyak tanah.

Pengaplikasian tiga bahan dasar ini juga cukup mudah. Tak heran jika kemudian jenis waterproofing ini paling banyak diminati di pasaran.

3. Waterproofing Membaran

Selain kedua jenis waterproofing di atas masih ada satu lagi yang cukup populer, yaitu waterproofing membran. Jenis waterproofing yang satu ini berupa lembaran bahkan gulungan yang dapat diaplikasikan pada permukaan material nantinya.

Ada dua jenis bahan dasar yang dapat dipilih, yaitu fiber serta poliester. Jenis permukaannya pun bermacam-macam mulai dari yang halus sampai dengan serupa batu. Tinggal pilih mana yang dirasa cocok digunakan pada material yang akan dibuat kedap air.

Tiga waterproofing di atas adalahs edikit dari banyak metode yang ada. Setiap metode tentu memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Pilih yang dirasa paling cocok dan sesuai dengan kondisi material bangunan yang akan dijadikan ‘anti air’.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *