Ternyata Begini Proses Instalasi Penangkal Petir

Petir merupakan salah satu pembunuh alami tak terduga, bahkan ketika berada di dalam bangunan sekalipun. Makanya dibutuhkan penangkal petir agar keamanan Anda terjaga, apalagi ketika musim penghujan tiba. Berikut ini rangkaian proses instalasi penangkal dampak petir yang bisa diaplikasikan, ketika Anda ingin membangun instalasi tersebut di rumah atau bangunan lain.

Konsep dari penangkal ini adalah menghindari energi listrik, yang dialirkan oleh petir menyambar bangunan atau manusia. Pengalihan dilakukan dengan menggunakan alat khusus, yang sudah dirancang meneruskan listrik ke dalam bumi sehingga tidak merusak.

Proses Instalasi Penangkal Petir

Proses Instalasi Penangkal Petir Yang Benar

Ada proses standar yang harus dipakai saat memasang instalasi ini, karena berhubungan langsung dengan aliran lisrik tegangan tinggi alami. Jika salah sedikit saja akibatnya akan sangat fatal bagi keamanan manusia, juga bangunan yang ditempatinya. Bagaimana proses instalasinya?

  • Grounding

Proses pertama dari instalasi ini adalah menuntaskan sistem grounding atau pembumian. Dimulai dari mengecek ketahanan tanah untuk menerima aliran listrik yang berasal dari petir. Kemudian tingkat handal atau tidaknya konduktivitas dari logam, yang akan ditancapkan dengan tanah sebagai medianya.

Fungsi dari grounding ini adalah untuk memastikan listrik yang dihasilkan oleh petir, bisa dengan mudah dialirkan ke dalam bumi melalui sistem pembumian yang tepat. Idealnya sistem ini dibuat hingga menyentuh air tanah, lalu terdapat pada tanah dengan kandungan garam dan keasaman tinggi.

  • Kabel

Selanjutnya adalah membuat sistem kabel yang akan menghubungkan penangkal petir dengan sistem grounding. Kriteria pengkabelan atau dikenal dengan istilah konduktor ini melibatkan jenis kabel minimal 50 milimeter, tapi akan lebih baik jika Anda menggunakan ukuran yang lebih besar dari itu.

Jangan lupa untuk memastikan sudut kabel ketika ada belokan di dalam tanah, tidak berbentuk runcing tapi melengkung dengan sudut radian. Sehingga tidak berpotensi menghasilkan aliran listrik tambahan, saat petir mengalir melalui konduktor.

  • Posisi Splitzen

Proses ketiga adalah menentukan lokasi ujung dari penangkal petir, yang sudah terhubung dengan konduktor. Bahan utama ujung ini adalah tembaga runcing yang disebut splitzen, dengan fungsi utama menangkap energi listrik dari petir. Kemudian meneruskannya melalui konduktor menuju grounding, untuk dilepaskan di dalam tanah.

Hal yang harus dipastikan saat memasang splitzen, adalah lokasinya harus paling tinggi pada sebuah bangunan. Untuk atap miring sebaiknya dipasang sekitar 0,6 meter dari ujung kemiringan. Beda dengan atap datar dimana ketinggian alat ini harus lebih dari 15 meter, bila perlu beli penyangga untuk meminimaisir alat terkena angin dan berubah posisi.

  • Evaluasi

Setelah ketiga proses di atas sudah Anda selesaikan, saatnya melakukan evaluasi terhadap semua instalasi yang sudah terpasang. Gunanya untuk menghindari adanya sambungan kabel yang tidak erat, atau kondisi grouding yang belum berada pada kedalaman terbaik. Termasuk letak splitzer yang benar-benar bisa diandalkan menangkal petir.

Jika semua sistem sudah terkoneksi dengan baik, maka bisa dikatakan bahwa proses instalasi sudah selesai. Anda tinggal menunggu sistem ini bekerja ketika petir menyambar, jika tidak ada masalah artinya instalasi berhasil. Tapi ketika petir masih mampu membuat rumah berantakan, atau bangunan mendapat aliran listriknya maka Anda harus mengevaluasi kinerja instalasi.

Demikianlah secara garis besar proses instalasi yang wajib diterapkan, untuk penggunaan penangkal aliran listrik yang dihasilkan petir. Jika Anda bukan ahli, maka sebaiknya libatkan tenaga profesional agar hasilnya benar-benar maksimal. Karena pemasangan komponen penangkal petir, hanya bisa dilakukan ahli bukan sembarang orang.

 

Dapatkan harga penangkal petir terbaik hanya di temtera.com!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *