Ini Dia Sejarah Lengkap Lantai Vinyl yang Wajib Diketahui

Vinyl lantai merupakan alternatif pelapis lantai yang kini marak digunakan baik di tempat umum maupun pada hunian pribadi. Lantai vinyl merupakan lantai yang memiliki tingkat kelenturan tinggi dan nyaman saat dipijak. Material penyusun lantai ini pada umumnya terdiri dari komposit atau gabungan beberapa bahan seperti karet, linoleum, plastik dan PVC. Namun secara umum material utama lantai vinyl adalah VPC atau Polyvinyl Chloride. Material dasar PVC ini merupakan material yang dapat membahayakan karena zatnya mudah menguap sehingga menyebabkan gangguan pernafasan bagi yang menghirupnya. Oleh karenanya lantai ini sempat kehilangan pamor. Namun dewasa ini ada beberapa jenis pelapis vinyl yang dapat menghindarkan PVC dari penguapan sehingga lantai vinyl kembali populer.

Sejarah Lantai Vinyl

Sejarah Kemunculan Lantai Vinyl

Bahan vinyl lantai PVC pada mulanya ditemukan sekitar tahun 1800an. Namun penggunaannya sebagai lantai baru disebarkan secara luas pada tahun 1930an. Seorang ahli kimia bernama Eugman Baumann berhasil mengembangkan bahan PVC di Jerman pada tahun 1872. Kemudian Friedrich Klatte pada tahun 1913 kemudian mempolimerasi bahan PVC tersebut sebagai jalan alternatif sehingga Klatte menjadi pemilik hak paten pertama atas PVC ini.

Bahan PVC ini terus dikembangkan dan dieksperimenkan oleh banyak ilmuan hingga pada akhirnya 13 tahun kemudian setelah Klatte, Waldo Lonsbury Semon menemukan hal baru pada PVC. Di tempatnya di Akron Ohio Amerika Serikat Semon menemukan bahwa PVC dapat digunakan menjadi zat yang bermanfaat. Semon dalam penelitiannya mencoba mengembangkan perekat untuk mengikatkan karet pada logam. Semon terus bereksperimen hingga bahan yang ditemukannya menyerupai karet mentah atau belum melewati proses.

Lebih jauh lagi kemudian penemuan Semon ini banyak diaplikasikan dalam berbagai sektor seperti sektor industri: pembuatan tabung plastik, proses isolasi kawat, bola golf, tumit sepatu, dan tirai shower. Hingga akhirnya pada tahun 1933 pada event Century of Progress Exposition yang berlokasi di Chicago Amerika Serikat, lantai vinyl dipromosikan dan sejak saat ini sejarah lantai vinyl pun dimulai.

Pada saat setelah vinyl lantai dikenalkan, lantai ini tidak langsung populer. Hal ini dikarenakan pada saat itu perang dunia II sedang pecah sehingga mempengaruhi aspek bahan baku termasuk vinyl. Saat itu penyebaran vinyl sempat tertunda. Setelah perang usai, lantai vinyl kemudian menjadi populer dan menyebar luas hingga banyak perusahaan lantai vinyl berdiri. Tahun 1950 sampai 1960 adalah tahun di mana lantai vinyl mengalami perkembangan yang pesat sehingga lantai ini diproduksi secara massal di berbagai daerah.

Tahun 1970an merupakan tahun pertama di mana lantai vinyl lembaran atau plank mulai disebar. Motifnya tampak sangat realistik seperti kayu sehingga lantai ini kerap dijadikan sebagai pelapis lantai pengganti lantai kayu. Setelah sempat kehilangan pamor karena bahannya yang tidak ramah lingkungan juga kesehatan, lantai ini kembali bangkit dengan inovasi baru di mana terdapat pelindung yang membuat lantai ini tidak lagi berbahaya.

Kini lantai vinyl mulai menemukan lagi popularitasnya. Hingga kini semakin banyak pengguna lantai vinyl karena di samping lantai vinyl murah, lantai ini juga dijadikan alternatif pengganti kayu karena masyarakat mulai sadar akan kelangkaan kayu dan semakin menyempitnya area perhutanan di bumi. Lantai vinyl juga banyak digunakan karena kelebihan yang dimilikinya seperti awet, tidak mudah kotor, tidak mudah rusak, tidak mudah terbakar, anti rayap, tidak menyerap air, mudah dipasang, serta yang paling penting adalah nyaman saat dipijak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *